Diantara "Stay" or "Leave"
Rasanya semuanya terjadi begitu cepat. Terasa seperti baru kemarin kita berkenalan. Bukan berkenalan sih, lebih tepatnya tahu kalau ada kamu di bumi ini dan kamu juga tahu kalau ada aku di bumi yang sama-sama kita pijaki ini. Kamu mampu menjadi lilin di tengah dinginnya malam yang mencekamku. Bahkan kamu mampu menghadirkan sebentuk senyuman di bibir mungilku walau hanya dengan membaca pesan-pesan singkatmu. Semuanya terasa nyata bahkan saat kamu tak disampingku. Sorot matamu, senyumanmu, tawamu atau bahkan sesuatu yang membuatmu konyol mampu mengacaukan bendungan yang sudah ku bangun. Ya, aku membangun benteng agar aku tidak jatuh terlalu dalam denganmu. Tapi benteng yang aku bangun kini sudah roboh karena pada kenyataannya aku tak sanggup untuk menolaknya. Ya, aku tidak sanggup untuk menolak sebuah perasaan yang datang tanpa aku memintanya. Kamu, ya kamu mampu mebuat bunga-bunga di taman hatiku yang dulunya layu bahkan hampir mati kini bermekaran bahakan indahnya tak mampu ...