Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Diantara "Stay" or "Leave"

Rasanya semuanya terjadi begitu cepat. Terasa seperti baru kemarin kita berkenalan. Bukan berkenalan sih, lebih tepatnya tahu kalau ada kamu di bumi ini dan kamu juga tahu kalau ada aku di bumi yang   sama-sama kita pijaki ini. Kamu mampu menjadi lilin di tengah dinginnya malam yang mencekamku. Bahkan kamu mampu menghadirkan sebentuk senyuman di bibir mungilku walau hanya dengan membaca pesan-pesan singkatmu. Semuanya terasa nyata bahkan saat kamu tak disampingku. Sorot matamu, senyumanmu, tawamu atau bahkan sesuatu yang membuatmu konyol mampu mengacaukan bendungan yang sudah ku bangun. Ya, aku membangun benteng agar aku tidak jatuh terlalu dalam denganmu. Tapi benteng yang aku bangun kini sudah roboh karena pada kenyataannya aku tak sanggup untuk menolaknya. Ya, aku tidak sanggup untuk menolak sebuah perasaan yang datang tanpa aku memintanya. Kamu, ya kamu mampu mebuat bunga-bunga di taman hatiku yang dulunya layu bahkan hampir mati kini bermekaran bahakan indahnya tak mampu ...

Sebaris Do'a dalam Qalbu

Ya Rabb... 17  tahun yang lalu Engkau hadirkan seorang gadis mungil nan cantik  jelita Engkau berikan ia dua mata untuk melihat duniaMu Engkau berikan ia dua kaki untuk bisa berjalan di bumi yang Engkau ciptakan Engkau berikan ia dua tangan untuk selalu menengadahkan tangannya sembari berdoa padaMu Engkau berikan ia dua telinga untuk mendengar lantunan ayat-ayat suciMu Engkau berikan ia satu mulut untuk mengucapkan namaMu Dan Engkau berikan ia satu hati untuk mencintai semua umatMu Ya Allah… Terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan Kesempaan dimana aku bisa bertemu gadis yang luar biasa ini Engkau pertemukan kami dan Engkau jadikan kami sahabat untuk selalu melangkah bersama Terima kasih banyak atas anugerah terindah yang Engkau berikan padaku Ya Rabb… Jagalah selalu senyum gadis ini dari semua tangis Berikanlah ia selalu pelangi yang indah setelah hujanMu Jagalah bunga-bunga persahabatan kami Jangan biarkan semua bunga-bunga ini gug...

Setelah Kau Tiada

Gambar
Dulu terdapat banyak sinar di matamu, sinar kehidupan, kebahagiaan, keceriaan dan lainnya tapi kini sinar-sinar itu sudah lenyap dari sorot matamu. Dulu tanganmu selalu direntangkan sembari ingin m emelukku dengan penuh kehangatan dengan seluruh kasih sayang yang kau miliki, tapi kini tanganmu bahkan sudah kaku tergeletak di atas tubuhmu. Dulu bibirmu selalu tersenyum seperti pelangi yang indahnya bahkan tak bisa ku unkapkan dengan kata-kata yang selalu memberi warna dalam setiap hariku, tapi kini bibirmu bahkan sudah terkatup rapat tak mampu untuk tersenyum. Dulu tawamu sangat renyah seperti sinar mentari yang selalu membuatku tak tahan untuk ikut tertawa, tapi kini semua sudah sepi karna tawamu sudah menghilang. Dulu kakimu selalu melangkah bersama dengan kaki ku menyusuri setiap detik kehidupan yang kita jalani bersama, tapi kini aku hanya berjalan sendirian tanpamu. Dulu kita selalu merencanakan hal-hal yang indah untuk kita jalani, tapi kini rencana itu bahkan...

Tentangmu, Si Pencuri Hati

     Aku mengenalmu seperti benda-benda langit. Senyum mu bagai matahari yang memberiku kehangatan. Saat bersamamu hari-hariku bagai pelangi yang begitu indah. Mata dan tatapanmu bagaikan hujan yang memberiku kesejukan saat menatapnya. Setiap malam aku selalu menantikan kehadiranmu di langit sana. Aku tak pernah absen untuk menyapa mu, melihat sinarmu yang paling terang karena ssat ini kamu masih menjadi bintangku.           Detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti hari. Hari berganti bulan. Dan bulan berganti tahun. Begitulah seterusnya. Dulu aku masih mengagumimu. Bahkan rasa kagum itu kini bertambah menjadi rasa sayang. Kamu tahu bagaimana indahnya bunga sakura yang bermekaran saat musim semi? Ya, seperti itulah yang kurasakan. Rasa ini seperti bunga-bunga yang bermekaran di taman hatiku. Indah bukan?           Aku mencintaimu tanpa syarat apapun. Bahkan aku ta...