Postingan

Samudera Bernama Rindu

Gambar
Aku menyelami sebuah samudera bernama rindu Jauh dan kelam Seperti langit biru yang mendadak jadi kelabu Semakin dalam aku menyelam Maka akan semakin tampak seperti kota mati Suram… Dingin… Hingga menggerogoti hati Sampai kau nyaris mati Mencoba meronta Hingga nyaris tak bersuara Merintih sendu Namun semakin menambah pilu Ada sesak yang semakin membuncah Di dalam dada Ingin dibantah Tapi tak mampu berkata Aku memutar arah mencari permukaan Agar tak tenggelam dalam kelam Tapi tak kutemukan jalan Hingga aku pun nyaris tenggelam Samudera ini mengerikan! Seperti pertemuan yang berujung perpisahan Seperti rindu yang tak dijawab dengan pertemuan Ini kisah pilu tentang sebuah rindu Kepada malaikat bernama ‘ibu’ Yang selalu dinanti untuk bertemu Bukan hanya sekedar mimpi angin lalu…

Tentang Rindu

Gambar
Aku iri.. Pada jingga di ujung langit sana Yang datang saat senja dan fajar silih berganti Mengukir kenangan pada setiap cerita Sebanyak buih pada deburan ombak Sebanyak itu pula bait-bait rindu yang tercipta Aku ingin pulang... Seperti jingga yang kembali pada senja Tapi... Masih adakah sekeping tempat Yang bisa ku jadikan sebagai tujuan? Untuk melabuhkan rindu yang teramat Untuk meluluhlantahkan perasaan yang membuncah Untuk memuntahkan genangan air Yang terlalu lama di pendam Tak mengapa jika langkah kakimu Sudah tak mengiringi jalanku Tak bisakah aku melangkahkan kakiku kesana? Ke tempat dimana tubuhmu terbaring Karena semakin jauh aku berlari Semakin sadar pula aku bahwa ternyata aku memang Tak pernah bisa merdeka dari merindukanmu...