Samudera Bernama Rindu
Aku
menyelami sebuah samudera bernama rindu
Jauh
dan kelam
Seperti
langit biru yang mendadak jadi kelabu
Semakin
dalam aku menyelam
Maka
akan semakin tampak seperti kota mati
Suram…
Dingin…
Hingga
menggerogoti hati
Sampai
kau nyaris mati
Mencoba
meronta
Hingga
nyaris tak bersuara
Merintih
sendu
Namun
semakin menambah pilu
Ada
sesak yang semakin membuncah
Di
dalam dada
Ingin
dibantah
Tapi
tak mampu berkata
Aku
memutar arah mencari permukaan
Agar
tak tenggelam dalam kelam
Tapi
tak kutemukan jalan
Hingga
aku pun nyaris tenggelam
Samudera
ini mengerikan!
Seperti
pertemuan yang berujung perpisahan
Seperti
rindu yang tak dijawab dengan pertemuan
Ini
kisah pilu tentang sebuah rindu
Kepada
malaikat bernama ‘ibu’
Yang
selalu dinanti untuk bertemu
