Rindu Pelangiku...

Pernahkah kamu melihat saat pelangi nan cantik jelita diatas sana sedang tersenyum padamu? Dia memberikan senyum terindahnya untuk mengusir rasa sepi dan gundah yang kini tengah menerjangmu. Jika ia dapat berbicara, mungkin ia akan berkata "Hey lihat aku! Jangan bersedih karena aku ada disini untukmu dengan sejuta cinta dan warna"

 

Pernahkah juga kau melihat bahwa pelangi yang tengah kau nantikan tiba-tiba hilang dalam sekejap dibawa oleh sang langit kembali? Pelangi yang membawa senyuman untukmu, yang membawa kebahagiaan untukmu, yang membawa sejuta kisah manis dalam hidupmu kini tinggal menyisakan rasa sedih yang teramat dalam padamu dan sejuta kenangan pahit yang enggan untuk di ungkit kembali.

 


Terkadang sifat egois itu datang. Ya, kau ingin pelangi itu tetap disisimu. Memberikan bahunya untuk kau menangis, memberikan pelukannya untuk kau merasa aman dan nyaman, memberikan senyumannya untuk membuat kau sadar bahwa kau tak sendirian. Salahkah jika aku berharap kau tak pernah pergi?

 

Terkadang jika aku berkata “biarkan aku sendiri”  maka kau akan menjawab “biarkan aku tetap disini, disampingmu untuk menemanimu”. Lalu kau akan memberikan pundakmu untuk ku bersandar dan kau mampu mengambil seluruh resah gelisah yang kurasakan. Saat aku berkata “tenang aku baik-baik saja” maka kau menatapku dalam-dalam lalu kau menyentuh pundak ku dengan kedua tanganmu dan berkata “aku tahu kau bohong” lalu kau akan menenangkanku dalam dekapan hangatmu.

 

Tapi kini kau pergi dan bahkan mungkin tak akan pernah kembali. Dan aku menjadi satu-satunya makhluk yang sangat kesepian. Aku merasa itu tak adil bagiku. Tak bisakah kau titipkan sepenggal pesan pada angin yang mungkin akan menyapaku? Walaupun itu  hanya pesan selamat tinggal, mungkin aku tak akan sesedih ini. Terlalu sadis bukan? Kau hanya meninggalkan sepotong kenangan pahit untukku, bukan kenangan manis.

 

Tidakkah kau tahu bahwa saat ini aku membutuhkanmu? Membutuhkan pundakmu, pelukanmu, senyumanmu dan kehadiranmu? Jika aku nanti benar-benar sudah tak berdaya dan permintaan terakhirku adalah bertemu denganmu, apakah kau akan mengabulkannya? Apakah kau akan hadir disampingku untuk yang terakhir kalinya? Mengusap air mataku dengan kedua tanganmu karena aku terlalu senang akan hadirmu, membelai rambutku dengan lembut, dan menggenggam tanganku dengan erat lalu kau berkata “Aku disini, disampingmu. Percayalah aku tak pernah benar-benar meninggalkanmu.”

 

Jika itu terjadi mungkin aku akan pergi dengan tenang. Tapi jika kau juga tak mengabulkan permintaan terakhirku  mungkin aku akan tersiksa dengan luka yang telah kau beri karena kau membiarkanku terlalu lama untuk merindukanmu.

 

Tak apa bagiku jikalau kau sudah melupakanku dan mendapat penggantiku. Tapi ingatlah bahwa aku tak akan melupakanmu dan menggantikan posisimu di dalam hatiku. Kau tetaplah pelangi yang selalu ku nantikan dan kau tetaplah pelangi yang berharga dan berarti untukku sekarang, esok dan  sampai akhir nafasku berhembus nanti…………