Ketika CINTA Bercerita


Suatu hari dalam hidupku kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukau. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam bayangmu  menari-nari dalam benakku.

Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin ku rengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.

Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan, seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan. Seperti  menemukan kepingan terakhir puzzle yang kau susun. Cinta ini sudah berada tepat  di tempat yang  seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.

Tak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu. Pertahananku begitu rapuh akan pesonamu. Potongan-potongan kejadian indah berlompatan, menyesaki diriku dengan imaji mu;  dari suaramu membuatku tersipu, tatapan dalam langsung ke arahku, sampai kata-kata manis yang ku ingat selalu.

Merindukanmu membuatku sempat lupa kenapa aku harus melupakanmu. Kau cinta yang bertepuk sebelah tangan.  Kekasih yang tak pernah ku miliki. Kau memberi yang seharusnya selalu ku simpan di dalam kotak dan kubuang  jauh-jauh.  Dan di suatu hari tak terduga itu, aku tersenyum dan menangis pilu karena dirimu….

Tanda-tandanya sudah jelas : aku menyukaimu. Tetapi bagaimana caranya untuk  mendekatimu? Kau begitu jauh dan sulit kuraih dengan jari-jemariku.  Padahal katanya cinta sanggup menjaga . Aku ingin kau tahu, diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan : aku ingin hari depanku selalu bersamamu.

Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersama…